Drama Ngantuk Saat Puasa dan Cara Saya Tetap Produktif Mengajar

A Man Yawning


Bulan puasa selalu punya cerita dan tantangannya tersendiri. Kalau urusan menahan lapar dan haus, insyaallah kita semua sudah terlatih sejak kecil. Tapi, ada satu "musuh" yang kadang datangnya tak diundang dan susah banget dilawan: rasa kantuk yang luar biasa!

Mengajar anak-anak SD dari kelas 1 sampai kelas 6 di bulan puasa itu butuh kesabaran dan tenaga ekstra. Apalagi saat memasuki jam-jam rawan sekitar pukul 10 pagi ke atas. Pas lagi semangat-semangatnya menjelaskan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di depan kelas, tiba-tiba mata rasanya berat banget. Kalau saya saja yang berdiri di depan merasa ngantuk, apalagi anak-anak yang duduk mendengarkan, kan?

Belum lagi kalau sudah pulang ke rumah. Niat hati ingin rebahan sebentar, tapi si kecil yang umurnya baru 3 tahun sudah menyambut dengan koleksi mainan mobil-mobilannya. Sebagai ayah, tentu pantang rasanya menolak ajakan main anak, apalagi di bulan penuh berkah ini.

Lalu, bagaimana caranya saya bisa survive dari pagi sampai sore tanpa harus terlihat "kuyu" dan kehabisan energi?

Tips Mengatasi Ngantuk Ala Saya

Setelah beberapa kali bereksperimen dengan rutinitas harian, akhirnya saya menemukan beberapa celah untuk mengakali rasa kantuk ini. Buat teman-teman yang mungkin punya rutinitas padat dan dituntut untuk terus produktif, beberapa tips ini sangat layak untuk dicoba:

1. Jangan Langsung Tidur Habis Subuh

Ini godaan terberat setelah sahur dan salat Subuh. Kasur rasanya seperti memanggil-manggil. Tapi percayalah, tidur setelah Subuh justru bikin badan makin lemas dan kepala pusing saat bangun nanti.

Sebagai gantinya, saya biasanya menggunakan waktu luang ini untuk hal-hal ringan tapi produktif. Entah itu sekadar merapikan database siswa di aplikasi AppSheet, melanjutkan coding web yang tertunda semalam, atau membaca beberapa artikel bahasa Inggris untuk melatih vocabulary. Melakukan aktivitas yang mengasah otak di pagi hari ternyata cukup ampuh mengusir kantuk.

2. Perhatikan Betul Menu Sahur

Dulu saya pikir, makin banyak makan nasi saat sahur, makin kuat puasanya. Ternyata salah besar! Terlalu banyak karbohidrat justru bikin kita gampang ngantuk berat di siang harinya.

Sekarang, saya dan istri lebih fokus memperbanyak serat dari sayur, buah, dan protein. Makanan berserat lambat dicerna, jadi energi kita disuplai pelan-pelan sepanjang hari. Kalau kamu butuh referensi apa saja makanan yang aman dan bikin badan tetap segar, saya pernah menulis daftarnya di artikel Menu Sahur Sehat Agar Tidak Lemas Seharian. Coba deh contek beberapa menunya!

3. Atur Strategi Minum Air Putih (Rumus 2-4-2)

Otak yang kekurangan cairan itu gampang kehilangan fokus dan akhirnya memicu rasa kantuk. Karena siang hari tidak bisa minum, strateginya ada di malam hari.

Saya rutin menerapkan rumus 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam (sebelum dan sesudah Tarawih), dan 2 gelas saat sahur. Trik lengkapnya tentang bagaimana menjaga cairan tubuh agar mulut tidak kering kerontang saat mengajar, bisa kamu baca di Tips Puasa Anti Haus: Panduan Lengkap.

4. Jangan Terlalu Banyak Duduk

Nah, ini trik khusus saat sedang bekerja atau mengajar. Kalau saya biarkan diri saya duduk diam di kursi guru sambil memeriksa tugas, dijamin lima menit kemudian mata ini langsung merem.

Solusinya, saya perbanyak jalan berkeliling kelas. Berinteraksi langsung dengan anak-anak, mengajak mereka melakukan kuis ringan yang melibatkan gerakan tangan atau tepuk tangan (seperti ice breaking). Suasana kelas yang hidup akan otomatis membuat adrenalin kita naik dan rasa kantuk pun hilang.

5. Manfaatkan "Power Nap" di Waktu Istirahat

Kalau memang rasa kantuknya sudah tidak tertahankan—biasanya terjadi kalau malam harinya begadang membuat desain vektor pesanan—saya akan curi waktu tidur sebentar. Ingat, sebentar saja! Maksimal 15 sampai 20 menit saat jam istirahat sekolah atau setelah salat Zuhur. Tidur sejenak (power nap) ini ibarat me- restart sistem komputer; bangun-bangun otak jadi lebih fresh dan siap beraktivitas lagi.

Bulan puasa memang mengajarkan kita banyak hal, salah satunya adalah seni mengelola energi dan waktu. Rasanya sangat lega dan puas ketika bedug Magrib berkumandang, dan kita menyadari bahwa hari itu berhasil kita lalui dengan produktif tanpa harus bermalas-malasan.

Nah, itu dia sedikit cerita dan tips dari saya. Kalau kamu sendiri, apa sih tantangan terberat saat bekerja di bulan puasa, dan bagaimana caramu melawan rasa ngantuk yang menyerang? Yuk, saling sharing di kolom komentar!